Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Peserta Didik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan Peserta Didik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 September 2012

TENTANG KEMISKINAN DI INDONESIA

LATAR BELAKANG TERJADINYA KEMISKINAN DI INDONESIA - Kemiskinan di Indonesia terjadi karena dilatar belakangi banyak hal, antara lain adalah kesempatan kerja yang kurang yang menyebabkan masyarakat sulit mencari pekerjaan untuk sekedar mengentaskan dirinya dari kemiskinan, banyak juga yang punya pekerjaan namun upah yang diterima tidak cukup. Sumber daya manusia yang masih di bawah standar juga melatar belakangi masalah kemiskinan ini,mereka tidak punya keahlian khusus karena tidak berpendidikan ataupun tidak pernah mengikuti pelatihan tertentu, selain itu pengalaman mereka juga tidak banyak.hal itu tentu mempengaruhi kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia. Pemerintah juga berpengaruh dalam melatar belakangi masalah kemiskinan ini, subsidi yang tidak pada tempatnya, infrastruktur yang tak jua di bangun,korupsi dana anggaran yang seharusnya bisa di gunakan untuk mengentaskan kemiskinan ini.

BENTUK KEMISKINAN DI BERBAGAI USIA - Bentuk kemiskinan dalam masyarakat indonesia tidak hanya di rasakan oleh orang tua, bahkan anak yang masih kecil yang harusnya tidak tau menau tentang perekonomian justru dari tahun ke tahun terus menggoyahkan anak bangsa.

 Anak-anak :
  1. Bekerja di bawah umur.
  2. Berat saat lahir kurang.
  3. Tidak sekolah secara permanen.
  4. Anak kehilangan orang tua.
Remaja :
  1. Pengangguran.
  2. Daya beli rendah.
  3. Masuk dalam lingkungan drug/narkoba.
  4. Perilaku kriminal.
  5. Bunuh diri.
Dewasa:
  1. Pendapatan rendah.
  2. Tidak memiliki pekerjaan tetap.
  3. Mempunyai pekerjaan yang cukup resiko yang tak mendapat perlindungan.
  4. Daya beli rendah.
  5. Tidak memiliki akses pelatihan.
  6. Meninggal di usia muda.
Orang Tua lanjut usia:
  1. Pensiun tanpa jaminan.
  2. Pengeluaran penting.
  3. Gelisah, galau.
  4. Sakit yang cukup lama.
  5. Membutuhkan bantuan sosial.

FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN - Faktor penyebab kemiskinan yang dominan masih tetap sama dari jaman dulu sampai sekarang.
  1. Tingkat pendidikan yang rendah.
  2. Produktivitas tenaga kerja rendah.
  3. Tingkat upah yang rencah.
  4. Distribusi pendapatan yang timpang.
  5. Kesempatan kerja yang kurang.
  6. Kualitas sumberdaya alam masih rendah.
  7. Penggunaan teknologi masih kurang.
  8. Etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah.
  9. Kultur/budaya (tradisi).
  10. Politik yang belum stabil.

PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
  1. Diadakan pelatihan/kursus agar warga punya keterampilan dan bisa memanfaatkan keterampilannya tersebut untuk mencari nafkah.
  2. Diadakan pendidikan yang benar-benar bebas pendidikan dengan kualitas yang baik agar semua warga bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas namun bebas biaya dan mengurangi jumlah warga yang berpendidikan rendah.
  3. Memfasilitasi Uhasa Kecil Menegah, agar warga yang punya UKM bisa meningkatkan pendapatan melalui fasilitas yang memadai serta bisa merekrut warga lain untuk di pekerjakan. Dengan begitu pengangguran diharapkan bisa berkurang.
  4. Infrastruktur di daerah-daerah di perbaiki agar akses ke tempat lain bisa lebih mudah dan juga murah, dengan begitu warga miskin di harapkan bisa mencari pekerjaan ke daerah-daerah lain dengan mudah.
Kapan Miskin Menjadi Sejarah Yang Singkat?

Nyanyi dulu gan........


Bukan lautan hanya kolam susu.......Kail dan jala cukup menghidupimu, 
Tiada badai tiada topan kau temui...Ikan dan udang menghampiri dirimu, - 2x

Orang bilang tanah kita tanah surga...Tongkat kayu dan batu jadi tanaman,
Orang bilang tanah kita tanah surga...Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2012, Semoga kemiskinan di indonesia akan cepat diberantas !!!!.
Penyebab kemiskinan di indonesia, cara menanggulangi kemiskinan di indonesia, bentuk kemiskinan di indonesia, faktor kemiskinan d indonesia, cara memberantas kemiskinan.sejarah singkat kemiskinan di ndonesia, berita kemiskinan di indonesia.masalah kemiskinan di indonesia. kemiskinan di indonesia.doc, makalah kemiskinan di indonesia.

Sabtu, 01 September 2012

Perbedaan Pandangan Anak Kecil dan Orang Dewasa

Perbedaan Pandangan Anak Kecil dan Orang Dewasa sangat jauh berbeda. Para ilmuwan di UCL (University College London) dan Birkbeck, University of London telah menemukan bahwa anak-anak muda 12 tahun kebawah tidak memandang informasi sensorik seperti pandangan orang dewasa. Pandangan Ini tidak hanya berlaku untuk menggabungkan pengertian yang berbeda, seperti penglihatan dan suara, tetapi juga untuk informasi yang berbeda dari sistem otak yang diterima ketika melihat sebuah adegan dengan satu mata dibandingkan dengan kedua mata.
http://kris-smile.blogspot.com Perbedaan Sudut Pandang Orang Dewasa dengan Anak Kecil
Contoh kecil untuk membuktikan ini bisa dilihat pada gambar tabu dibawah ini.

Anak vs Dewasa

Orang dewasa hanya melihat itu sebuah boneka mainan saja, namun anak kecil lebih cenderung berimajinasi menjadikan boneka tersebut seperti layaknya tentara dalam perang.

Perbedaan Pandangan Anak Kecil dan Orang Dewasa

Perbedaan Pandangan Anak Kecil dan Orang Dewasa ini sangat mencolok terlihat pada gambar didalam guci tabung diatas, Orang dewasa melihat bahwa didalam tabung adalah gambar hubungan lelaki dan wanita yang sedang.... http://kris-smile.blogspot.com
Penelitian membuktikan bahwa seorang anak kecil tidak dapat melihat apa yang anda lihat sekarang. ini dikarenakan oleh anak kecil tidak memiliki memori seperti itu, yang dilihat anak kecil hanyalah 9 lumba-lumba. apakah anda bisa menemukan 9 lumba-lumba tersebut dalam waktu 5 menit..?

Dalam Prosiding National Academy of Sciences, "Pengalaman anak-anak dari dunia visual sangat berbeda dengan orang dewasa". Dr Marko Nardini, UCL Institute of Ophthalmology, dan penulis utama mengatakan, "Untuk memahami dunia kita bergantung pada berbagai macam informasi. Manfaat menggabungkan informasi di seluruh indera yang berbeda adalah bahwa kita dapat menentukan apa yang sudah ada (dari berbagai pengalaman) dengan lebih akurat daripada dengan menggunakan arti tunggal. "
Profesor Denis Mareschal, dari Pusat Otak dan Pengembangan Kognitif di Birkbeck, yang turut menulis penelitian menjelaskan:. "Pada masa bayi harus belajar bagaimana indera yang berbeda berhubungan satu sama lain dengan dunia luar Sementara anak-anak masih berkembang, otak harus menentukan hubungan antara berbagai jenis informasi sensorik untuk mengetahui berbagai jenis dan tidak mengintegrasikan informasi sementara mereka masih belajar dengan hubungan tersebut.. "

Sebuah tujuan di masa datang adalah dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional/ functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk menentukan perubahan otak yang mendasari kemampuan anak-anak untuk menggabungkan informasi visual dengan cara seperti orang dewasa. dari berbagai sumber.

Bacaan recomendasi : HAKEKAT PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN ANTHROPOLOGI  MAUPUN DALAM PANDANGAN ISLAMcara membedakan anak kecil dan orang dewasa, cara membedakan orang dewasa dengan anak-anak, orang dewasa vs kanak-kanak, inilah Perbedaan Pandangan Anak Kecil dan Orang Dewasa. orang dewasa yang seperti anak kecil, agar anak kecil berpikir dewasa, alat untuk mengatasi Perbedaan Pandangan Anak Kecil dan Orang Dewasa.

Kamis, 02 Agustus 2012

ADHD : Penyebab & Solusi Menanganinya.

ADHD : Penyebab & Solusi Menanganinya - Penyebab ADHD anak sudah semakin mudah diketahui. Begitupula Solusi cara menanganinya. Untuk itu, mengasuh anak dengan Gangguan (apapun jenis gangguannya) memang membutuhkan kesabaran, konsistensi, energi dan perhatian yang lebih.

Pengertian ADHD
ADHD adalah kepanjangan dari Attention Defecit Hiperactivity Disorder, dalam bahasa indonesianya berarti gangguan pemusatan perhatian seperti hiperaktif. Gangguan ini ditandai dengan tidak adanya kemampuan anak untuk memusatkan perhatiannya pada sesuatu yang dihadapi, Sehingga rentang perhatiannya sangat singkat waktunya. dibandingkan dengan anak lain yang seusianya. biasanya disertai dengan gejala hiperaktif dan tingkah laku yang impulsif. ADHD digolongkan memjadi beberapa tipe yakni.

ADHD Hiperaktif1

     a. Anak dengan ADHD kriteria sulit konsentrasi, memiliki ciri sebagai berikut :
  1. Kerap kali melakukan hal-hal ceroboh atau gagal menyimak hal yang rinci dan sering membuat kesalahan karena tidak cermat
  2. Sering terlihat sulit memusatkan perhatian secara terus-menerus dalam suatu aktivitas.
  3. Kerap kali tampak tidak mendengarkan kalau diajak bicara.
  4. Kerap kali tidak mengikuti instruksi dan gagal menyelesaikan tugas.
  5. Kerap kali terlihat sulit mengatur kegiatan maupun tugas.
  6. Kerap kali menghindar, tidak menyukai, bahkan enggan melakukan tugas yang butuh pemikiran yang cukup lama.
  7. Kerap kali merasa kehilangan barang yang dibutuhkan untuk melakukan tugas.
  8. Kerap kali mengalihkan perhatian oleh rangsangan dari luar.
  9. Kerap kali lupa dan tledor dalam mengerjakan kegiatan atau tugasnya sehari-hari.
    b. Kriteria hiperaktif dan impulsif dicirikaan perilaku sebagai berikut :
  1. Sering menggerak-gerakkan tangan atau kaki ketika duduk, atau sering menggeliat.
  2. Sering meninggalkan tempat duduknya, padahal seharusnya ia duduk manis.
  3. Sering berlari-lari atau memanjat secara berlebihan pada keadaan yang tidak selayaknya.
  4. Sering tidak mampu melakukan atau mengikuti kegiatan dengan tenang.
  5. Selalu bergerak, seolah-olah tubuhnya didorong oleh mesin. Juga, tenaganya tidak pernah habis.
  6. Sering terlalu banyak bicara.
  7. Sering terlalu cepat memberi jawaban ketika ditanya, padahal pertanyaan belum selesai.
  8. Sering sulit menunggu giliran.
  9. Sering memotong atau menyela pembicaraan.
     c. Selain itu juga terdapat kriteria khusus anak ADHD pada masa sekolah yaitu
  1. Mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatian (defisit dalam memusatkan perhatian) sehingga anak tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya secara baik.
  2. Jika diajak bicara siswa hiperaktif tidak dapat memperhatikan lawan bicaranya (bersikap apatis terhadap lawan bicaranya). 
  3. Mudah terpengaruh oleh stimulus yang datang dari luar dirinya..
  4. Tidak dapat duduk tenang walaupun dalam batas waktu lima menit dan suka bergerak serta selalu tampak gelisah.
  5. Sering mengucapkan kata-kata secara spontan (tidak sadar).
  6. Sering melontarkan pertanyaan yang tidak bermakna kepada guru selama pelajaran berlangsung.
  7. Mengalami kesulitan dalam bermain bersama temannya karena ia tidak memiliki perhatian yang baik
  8. Prestasi belajar tidak bisa maksimal karena tidak mampu konsentrasi dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dikelas.
Penyebab ADHD
Dalam melakukan deteksi dini gangguan perilaku ini maka perlu diketahui faktor resiko yang bisa mengakibatkan gangguan ADHD. Banyak bukti penelitian yang menunjukkan peranan disfungsi Susunan Saraf Pusat (SSP). Sehingga beberapa kelainan dan gangguan yang terjadi sejak kehamilan, persalinan dan masa kanak-kanak harus dicermati sebagai faktor resiko.

Selama periode kehamilan, disfungsi SSP disebabkan oleh gangguan metabolik, genetik, infeksi, intoksikasi, obat-obatan terlarang, perokok, alkohol dan faktor psikogenik. Penyakit diabetes dan penyakit preklamsia juga harus dicermati.

Pada masa persalinan, disebabkan oleh: prematuritas, post date, hambatan persalinan, induksi persalinan, kelainan letak (presentasi bayi), efek samping terapi, depresi sistem immun dan trauma saat kelahiran normal. Sedangkan periode kanak-kanak har5uis dicermati gangguan saluran cerna kronis, infeksi, trauma, terapi medikasi, keracunan, gangguan metabolik, gangguan vaskuler, faktor kejiwaan, keganasan dan terjadinya kejang. Riwayat kecelakaan hingga harus dirawat di rumah sakit,kekerasan secara fisik, verbal, emosi atau merasa diterlantarkan. Trauma yang serius, menerima perlakuan kasar atau merasa kehilangan sesuatu selama masa kanak-kanak, tidak sadar diri atau pingsan.

ADHD Hiperaktif

Berdasarkan hasil riset di Amerika bahwa perempuan yang merokok selama kehamilan beresiko tinggi melahirkan anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian / heperaktivitas. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dipublikasikan pada American Journal of Psychiatry, faktor genetik merupakan hal yang paling utama dalam kasus ADHD. meskipun demikian, kaitan merokok selama kehamilan dengan perkembangan munculnya gejala ADHD pada anak turut diperhitungkan.

Solusi Menangani ADHD
Penanganan anak penderita ADHD bisa dilakukan dalam bentuk terapi perilaku dan obat. tetapi hal ini sebaiknya dilakukan oleh atau dalam pengawasan orang yang ahli dalam bidang itu. Meski demikian terapi tersebut tidak akan memberikan hasil yang optimal bila tidak ditunjang oleh sikap kedua orang tuanya.
Secara tips memang ada beberapa tips untuk menghadapi anak dengan ADHD diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Membuat jadwal harian dan ditempelkan pada tempat yang mudah dilihat oleh anak. hal ini dapat difungsikan membantu anak untuk mengingat.
  2. Menata dan menempelkan segala keperluan anak secara permanen (tidak sering berpindah-pindah tempat) untuk memudahkan anak menemukan apa yang diperlukannya.
  3. Jika memberikan perintah, berikan secara langsung, singkat dan jelas.
  4. Saat anak menyelesaikan tugas, Minimalkan "faktor pengganggu" seperti televisi, komputer dan musik.
  5. Hindari menghukum dengan membentak atau menghukum secara fisik.
  6. Berikan tujuan yang jelas terhadap apa yang dilakukan anak, juga terhadap pilihannya.
  7. Gali keistimewaan anak dan berikan dorongan untuk memperoleh keprcayaan diri.
  8. Melakukan diet dengan menghindari kebiasaan mengkonsumsi makanan instan atau frozen food yang mengandung zat penambah rasa serta pewarna dan pemanis buatan, karena hal itu dapat memungkinkan untuk mendorong nervous system menjadi terlampau aktif. juga, makanan yang megandung gula dan karbohidrat sulingan berkadar tinggi, seperti nasi putih atau produk olahan tepung, jenis makan tersebut dapat memicu pelepasan hormon stres seperti andrenalin dan kortisol yang menimbulkan perasaan gelisah.
  9. Makanan yang sebaiknya disuguhkan adalah jenis makanan yang mengandung kalsium dan magnesium seperti sayur-sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian hal ini di mungkinkan untuk membuat anak menjadi lebih tenang.
Sebagaimana yang disampaikan diatas bahwa penanganan anak dengan ADHD sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli dibidang itu, maka beberapa tips diatas tetap perlu dikonsultasikan pada psikolog atau psikiater yang menangani anak tersebut. semoga diberi kemudahan....

Oleh : Achmad Irfan Muzni (Dekan fakultas Psikologi Univ. Muhammdiyah Gresik).

Sabtu, 26 Mei 2012

ARTI, SYARAT, CIRI BERANI | PEMBERANI | KEBERANIAN

ARTI, SYARAT, CIRI BERANI | PEMBERANI | KEBERANIAN - Keberanian berasal dari bahasa latin yaitu Cor yang berati "jantung", dan bahasa Perancis yaitu pada Abad Pertengahan Lama, Corage yang berarti "hati dan jiwa" atau cuer, yang berarti "hati." yaitu Untuk memiliki keberanian adalah harus memiliki hati untuk menghadapi ketakutan, bahaya atau sakit yang diperlukan dalam membela kebenaran,, kehidupan rumah, mata pencaharian, budaya keluarga, maupun keyakinan.
Apa saja syarat-syarat berani dan ciri-ciri keberanian??
Berani atau Pemberani adalah Sikap pantang menyerah. Salah satu sifat yang dikaruniakan oleh Alloh SWT kepada setiap manusia, meskipun dalam hatinya merasa takut namun tetap maju meskipun rasa takut menyelimutinya. meski pertama mengalami kegagalan ia akan selalu memikirkan bagaimana kegagalan tersebut tidak terulang untuk yang kesekian kalinya.  (OM Kris)
Keberanian adalah suatu tindakan memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting dan mampu menghadapi segala sesuatu yang dapat menghalanginya karena percaya kebenarannya. (Peter Irons)
Keberanian adalah suatu sifat mempertahankan dan memperjuangkan apa yang dianggap benar dengan menghadapi segala bentuk bahaya, kesulitan, kesakitan, dan lain-lain. (Paul Findley)
ARTI, SYARAT, CIRI BERANI
"The conquering of fear is the beginning of wisdom. Kemampuan menaklukkan rasa takut merupakan awal dari kebijaksanaan. (Aristoteles). Artinya, orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka. Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Komentar Bennet mengenai kutipan Aristoteles diatas : "Kita menjadi pemberani dengan melakukan tindakan berani" .
"Tidak setiap orang akan memiliki keberanian yang sejati." Keberanian sejati dapat diartikan sebagai sikap siap sedia untuk dikoreksi apabila berbuat salah dan siap menerima kebenaran meskipun dari orang yang memiliki kedudukan lebih rendah. Rendah bukan berarti Rendahan Read/ - SOBAT

Syarat Berani (OM Kris BLOG) :
1. Berani karena Allah SWT.
2. Berani karena Benar.
3. Berani karena Bisa dipertanggung jawabkan.
4. Berani karena Mempertahankan diri dari serangan musuh.
5. Jelas dan Tidak Ragu-ragu. 

Ciri-ciri Pemberani :
  • Semangat dan Pantang menyerah.
  • Berpikir untuk menciptakan kemajuan.
  • Nekad, Bertekad kuat serta Siap menanggung resiko.
  • Konsisten/Istiqomah.
  • Optimisme, berpikir secara matang dan terukur sebelum bertindak.
  • Mampu memotivasi tindakan orang lain.
  • Selalu tahu diri, rendah hati, dan mengisi jiwa serta pikiran dengan pengetahuan baru menuju ke arah yang benar.
  • Bertindak nyata dan Elegan.
Pasang surut Kehidupan sebanding dengan keberanian seseorang ...
Dibutuhkan keberanian untuk mendorong diri sendiri ke tempat-tempat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya ... untuk menguji batas Anda ... kemudian menerobos segala rintangan dan hambatan yang ada. Hidup tanpa keberanian akan sia-sia, maka beranilah memilih hal yang benar menurut anda dengan memohon petunjuk darinya sebelum dan sesudahnya.
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan pasti ada kemudahan, (Q.S Alam Nasyrah : 5)
Dan kebahagiaan tergantung dari apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang anda peroleh.

CIPIKA CIPIKI - Seorang mahasiswa mengendarai laju motornya dengan harapan tidak terlambat masuk kuliah. ketika sampai ditengah jalan, trafig light menunjukan warna merah. kendaraanpun berhenti tetapi mahasiswa itu semakin menambah kecepatannya. Prit prit pritttt....berhenti ketepi ! suara pak polisi membentaknya...
Polisi : Anda mau kemana ?!
Mahasiswa : Kuliah pak, jawabnya...
Polisi : Anda kami tilang !
Mahasiswa : Apa salah saya pak?
Polisi : Anda melanggar lampu merah....!
Mahasiswa : Tapi saya gak salah pak..?
Polisi : tidak salah gimana, Apa anda tau apa artinya merah...?!
Mahasiswa : Ya saya tau pak....
Polisi : Apa...?!
Mahasiswa : Merah adalah Berani....!
Polisi : ??? Betul betul betul....(sambil cengar - cengir).

Relevansi sumber selain pemikiran pribadi :
Irons, Peter. 2003. Keberanian Mereka yang Berpendirian. Bandung: Angkasa.
http://indramunawar.blogspot.com/2010/03/pengertian-dan-ciri-ciri-keberanian.html
Kata kunci "Courage, Bold" (online)
Majalah AN-NABA.



Tags : syarat berani, Pengertian dan Ciri-Ciri Keberanian, ciri ciri berani, definisi berani, sifat pemberani, pengertian berani, pengertian keberanian sejati, berani adalah, pemberani adalah, Berani menurut islam, ciri ciri keberanian, syarat kebenarian. sifat ppemberani. beran keberanian dan pemberani.

Jumat, 11 Mei 2012

MOTIVASI | MOTIVASI BELAJAR | FUNGSI MOTIVASI.DOC

MOTIVASI | MOTIVASI BELAJAR | FUNGSI MOTIVASI.DOC

Motivasi adalah syarat mutlak untuk belajar. Jika siswa mendapat motivasi yang tepat maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapai hal-hal yang semula tidak terduga. Motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, baik yang menyangkut kejiwaan, perasaan dan emosi untuk kemudian bertindak melakukan sesuatu untuk melakukan tujuan. Dapat dikatakan bahwa motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan belajar sunguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi.
MOTIVASI | MOTIVASI BELAJAR | FUNGSI MOTIVASI

Menurut Atkinson, motivasi adalah ‘pendorong’, suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Duncan (1981) juga mengatan bahwa motivasi adalah setiap usaha yang disadari untuk menggerakan, mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.
Teori-teori yang menjelaskan tentang motivasi antara lain adalah teori hedonisme, teori naluri, teori reaksi yang dipelajari, dan teori daya pendorong. Berikut ini adalah uraian umum dari masing masing teori tersebut.
a) Teori hedonisme berpandangan bahwa setiap menghadapi persoalan manusia cenderung memilih alternative pemecahan yang mendatangkan kesenangan diri pada yang mengakibatkan kesukaran, kesulitan, penderitaan, dan sebagainya.
b) Teori naluri mengajarkan bahwa untuk memotivasi seseorang harus berdasar naluri yang akan dituju dan perlu dikembangkan.
c) Teori yang dipelajari mengatakan apabila seorang pendidik akan memotivasi anak didiknya maka ia harus mengetahui betul latar belakang, dan kebudayaan mereka.
d) Teori daya pendorong menjelaskan bahwa jika seorang pendidik akan memberikan motivasi harus mendasarkannya pada daya pendorong. Yaitu naluri dan reaksi yang dipelajarinya dari kebudayaan lingkungan yang dimilikinya.

A. Pengertian Umum Motivasi
Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald (Sondang, 2002 : 35) , “motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.”
Menurut Maslow (Jalaludin, 2007 : 56) motivasi ada dua, yaitu:
a) Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. 
b) Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.”
Teori-teori yang menjelaskan tentang motivasi antara lain adalah teori hedonisme, teori naluri, teori reaksi yang dipelajari, dan teori daya pendorong. Berikut ini adalah uraian umum dari masing masing teori tersebut.
a) Teori hedonisme berpandangan bahwa setiap menghadapi persoalan manusia cenderung memilih alternative pemecahan yang mendatangkan kesenangan diri pada yang mengakibatkan kesukaran, kesulitan, penderitaan, dan sebagainya.
b) Teori naluri mengajarkan bahwa untuk memotivasi seseorang harus berdasar naluri yang akan dituju dan perlu dikembangkan.
c) Teori yang dipelajari mengatakan apabila seorang pendidik akan memotivasi anak didiknya maka ia harus mengetahui betul latar belakang, dan kebudayaan mereka.
d) Teori daya pendorong menjelaskan bahwa jika seorang pendidik akan memberikan motivasi harus mendasarkannya pada daya pendorong. Yaitu naluri dan reaksi yang dipelajarinya dari kebudayaan lingkungan yang dimilikinya.


B. Motivasi Belajar 
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau penguatan yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu. 
Menurut Colquitt, LePine dan Noe (2000 : 10), motivasi untuk belajar didefinisikan sebagai arah, kemahuan dan tingkah laku yang mengarah kepada pembelajaran berterusan dan juga telah didapati positif kepada prestasi pembelajaran.
Motivasi belajar adalah keinginan siswa untuk mengambil bagian di dalam proses pembelajaran (Linda S. Lumsden, 1994 : 18).
Menurut Hermine Marshall Istilah motivasi belajar mempunyai arti yang sedikit berbeda. Ia menggambarkan bahwa motivasi belajar adalah kebermaknaan, nilai, dan keuntungan-keuntungan kegiatan belajar belajar tersebut cukup menarik bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Pendapat lain motivasi belajar itu ditandai oleh jangka panjang, kualitas keterlibatan di dalam pelajaran dan kesanggupan untuk melakukan proses belajar ( Carole Ames, 1990 : 23)
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah kesanggupan untuk melakukan kegiatan belajar karena didorong oleh keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya ataupun yang datang dari luar. Kegiatan itu dilakukan dengan kesungguhan hati dan terus menerus dalam rangka mencapai tujuan.

C. Fungsi Motivasi dalam belajar
Motivasi berfungsi sebagai pendorong, pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak perilaku seseorang untuk mencapai suatu tujuan. Guru merupakan factor yang penting untuk mengusahakan terlaksananya fungsi-fungsi tersebut dengan cara memenuhi kebutuhan siswa.Kebutuhan-kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan keselamatan dan rasa aman, kebutuhan untuk diterima dan dicintai, kebutuhan akan harga diri, dan kebutuhan untuk merealisasikan diri. Adapun fungsi dari motivasi dalam pembelajaran diantaranya :
1) Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan, tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan misalnya belajar.
2) Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
3) Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
d. Strategi menumbuhkan motivasi dalam belajar
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:
1) Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
2) Hadiah
Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
3) Saingan/kompetisi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
4) Pujian
Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.
5) Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
6) Memberikan perhatian maksimal
Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.
7) Membantu kesulitan belajar
Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.
8) Menggunakan metode yang bervariasi, dan
9) Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Download artikel ini : klik disini

key word : pengertian motivasi, motivasi belajar fisika, motivasi belajar matematika, motivasi belajar bahasa jawa, motivasi belajar sejarah, motivasi belajar geografi, motivasi belajar bahasa indonesia, motivasi belajar ekonomi, cara meningkatkan motivasi belajar, teori motivasi, teori tentang motivasi

sumber : 
http://dc171.4shared.com/doc/tI7ZgGB_/preview.html
isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/9108715.pdf

Selasa, 10 April 2012

HAKEKAT PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN ANTHROPOLOGI MAUPUN DALAM PANDANGAN ISLAM

HAKEKAT PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN ANTHROPOLOGI 
MAUPUN DALAM PANDANGAN ISLAM

HAKEKAT PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN ANTHROPOLOGI  MAUPUN DALAM PANDANGAN ISLAM

I.  Latar Belakang
   Dewasa ini banyak para pendidik yang kurang perhatian dalam mempelajari pola pertumbuhan maupun perkembangan peserta didik yang sebenarnya sangat berguna demi kelancaran proses pembelajaran. Dengan kurang fahamnya pendidik dengan pola pertumbuhan maupun perkembangan peserta didiknya maka akan terjadi beberapa hambatan dalam proses pembelajaran seperti kurang dipahaminya materi yang disampaikan pendidik. Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwasannya pendidikan merupakan suatu hal yang urgen dalam setiap lini kehidupan. Di lain pihak pendidikan merupakan faktor penentu kemajuan suatu negara. Maju tidaknya suatu negara tergantung dari kualitas pendidikan di dalamnya. Sudah jelas kiranya bahwasanya pendidikan memang memiliki peranan penting dalam kehidupan umat manusia. Anak didik sebagai salah satu komponen pendidikan dalam hal ini memerlukan perhatian yang cukup serius, terlebih selain sebagai objek juga berkeduduna sebagai subjek dalam pendidikan. Dengan kedudukan yang demikian maka keterlibatan anak didik menjadi salah satu faktor penting dalam terlaksananya proses pendidikan.

jika mau download microsoft wordnya klik disini : DOWNLOAD MAKALAH.

II. Rumusan Masalah
     Rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa hakekat peserta didik dalam pandangan anthropologi maupun dalam pandangan islam?
2. Apa kedudukan peserta didik dalam proses pembelajaran?

III. Tujuan
     Tujuan dari makalah ini adalah :
1. Mengetahui hakekat peserta didik dalam pandangan anthropologi maupun dalam pandangan islam.
2. Mengetahui kedudukan peserta didik.

IV. Pembahasan
      A. Peserta Didik
1. Hakekat Peserta Didik
Hakekat peserta didik menurut ilmu filosofi adalah menuntut pemikiran secara dalam, luas, lengkap, menyeluruh, tuntas serta mengarah pada pemahaman tentang peserta didik. 
Sedangkan menurut pandangan tradisionil, anak (peserta didik) adalah miniatur manusia dewasa (Elizabeth B.Hurlock. 1978:2). Johan Amos Comenius (abad ke-17) mempelopori kajian tentang anak bahwa anak harus dipelajari bukan sebagai embrio orang dewasa melainkan sosok alami anak. Pengikut Comenius mengembangkan pendapat bahwa mengamati anak secara langsung akan memberi manfaat ketimbang mempelajari secara filosofis. 
Pandangan menurut ilmu psikolog tentang peserta didik adalah individu yang sedang berkembang baik jasmani maupun rohani. Perubahan jasmani biasa disebut pertumbuhan, ialah terdapatnya perubahan aspek jasmani menuju kearah kematangan fungsi, missal kaki, tangan sudah mulai berfungsi secarea sempurna. Sedangkan perkembangan adalah perubahan aspek psikis secara lebih jelas.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas, peserta didik dalam pengertian yang lebih modern dapat dikatakan sebagai manusia yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Peserta didik juga dikenal dengan istilah lain :
a. Siswa adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. 
b. Mahasiswa adalah istilah umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan perguruan tinggi.
c. Warga Belajar adalah istilah bagi peserta didik nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) .
d. Pelajar adalah istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal tingkat menengah maupun tingkat atas.
e. Murid memiliki definisi yang hampir sama dengan pelajar dan siswa. 
f. Santri adalah istilah bagi peserta didik pada jalur pendidikan non formal, khususnya pesantren atau sekolah – sekolah yang berbasiskan agama islam.

2. Pandangan Anthropologi tentang Peserta Didik
Antropologi adalah ilmu yang mengkaji tentang asal usul, perkembangan, karakter spesies manusia ini, hakikat peserta didik dipandang sebagai homo sapiens yaitu sebagai makhluk hidup yang telah mencapai evolusi paling puncak. Dalam klasifikasi ini Mudyahardjo (2000:22-26) menerangkan peserta didik mempunyai ciri khas sebagaimana ciri manusia umumnya, yaitu :
1) Berjalan tegak (bipedal locomotion)
2) Mempunyai otak besar dan kompleks
3) Hewan yang tergeneralisasi, dapat hidup dalam berbagai lingkungan
4) Periode kehamilan yang panjang dan lahir tidak berdaya.
Dalam karakter yang demikian maka manusia mampu berbudaya memiliki tingkah laku kultural yang terorganisir dalam pola-pola tingkah laku serta hidup bermasyarakat dengan tradisi budaya material. 
Hakikat peserta didik dalam pandangan dimensi Antropologi adalah 
a) Bahwa peserta didik sebagai makhluk yang dapat bermasyarakat dan dapat dimasyarakatkan sehingga pendidikan harus menyentuh upaya sosialisasi dan pembudayaan. Kebudayaan yang dihasilkan melalui interaksi dalam masyarakat baik berupa budaya materiil maupun immaterial dapat dijadikan tranmisi pendidikan, bahkan dapat dijadikan pembentuk watak kemasyarakatan peserta didik.
b) Hakikat peserta didik merupakan organisme yang harus ditolong sebab peserta didik hanya akan menjadi matang apabila diberikan pertolongan dalam bentuk pendidikan, latihan maupun bimbingan dengan menggunakan bahan-bahan antropologis. Sebab ilmu antropologi mampu untuk menyediakan dan menghimpun bahan-bahan pengetahuan empiris berdasarkan lingkungan sosial budayanya masing-masing.
Imran Manan (1989: 12-13) menjelaskan bahwa dari dimensi Antropologis terdapat tiga prinsip tentang peserta didik yaitu :
a. Peserta didik dan manusia adalah makhluk sosial yang hidup bersama-sama dan saling mempengaruhi, sehingga peserta didik merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk mengisi dan melengkapi ketidaklengkapannya. Sebagai makhluk sosial, peserta didik dapat bersikap kooperatif sehingga dapat dituntun dan dididik.
b. Peserta didik dipandang sebagai individualitas yakni menampilkan sifat-sifat karakteristik yang khas dan memiliki struktur kepribadian yang berbeda dengan individu lainnya. Peserta didik tidak bisa diperlakukan sama dalam proses pendewasaannya, kecenderungan, minat dan bakat yang spesifik dari masing-masing peserta didik biarlah menjadi individual deferences yang otonom. Peserta didik pasti dengan karakteristik individualnya akan mengembangkan perbedaan dengan nilai dan watak yang khas, dalam pendidikan niai dan watak tersebut harus dihargai sebagai keunikan dan dihargai tanpa syarat (unconditional regard).
c. Ketiga, peserta didik harus dipandang mempunyai moralitas. Prinsip Antropologis yang ketiga ini mengakui bahwa peserta didik sesungguhnya adalah makhluk yang bermoral sehingga identitas moral sesungguhnya telah dimiliki sejak awal. Kemampuan mengambil keputusan susila dan membedakan mana yang baik dan buruk adalah kodrati. Atas dasar itu maka manusia atau peserta didik disebut sebagai person pribadi etis karena secara alami mempunyai kemampuan selektif atas normal etis. Dalam prinsip ketiga ini hadirnya pendidikan adalah berfungsi memperjelas nilai alami. Sehubungan dengan nilai etis dalam praktik pendidikan ini. Langeveld menegaskan bahwa pendidikan sesungguhnya adalah membantu anak agar dia sampai pada penentuan nilai-nilai susila dalam satu orde moril.

3. Pandangan Islam tentang Peserta Didik
Islam menjelaskan bahwa manusia (peserta didik) adalah makhluk Allah SWT sesuai firman-Nya dalam Al-Qur’an surat At-Tin : 4
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Manusia dibekali potensi berupa fitrah kecenderungan jahat dan kecenderungan baik sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Asy-Syams : 8
“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.”
Agar dapat menjalankan fungsinya selain dibekali dengan kodrat tersebut juga dibekali akal, pikiran, nafsu. Dalam banyak ayat peserta didik berpotensi untuk diperlakukan sebagai subjek didik yang harus dididik, hal tersebut dijelaskan dalam surat Al-Anbiya’ : 12-17 dan juga surat Al-A’raf : 179. Beberapa sebutan manusia dalam Al-Qur’an antara lain Al-Basyr, An-Nas, Abdullah, Kholifah fil Ard.
Dalam kaitannya dengan peserta didik, Al-Ghazali menjelaskan bahwa mereka adalah makhluk yang telah dibekali potensi atau fitrah untuk beriman kepada Allah. Fitrah itu sengaja disiapkan oleh Allah sesuai dengan kejadian manusia, cocok dengan tabi'at dasarnya yang memang cenderung kepada agama Islam.  Al-Ghazali membagi manusia kedalam dua golongan besar, yaitu golongan awam dan golongan khawas, yang daya tangkapnya tidak sama. Kaum awam, yang cara berfikirnya sederhana sekali. Dengan cara berfikir terebut, mereka tidak dapat mengembangkan hakikat-hakikat. Mereka mempunyai sifat lekas percaya dan menurut. Golongan ini harus dihadapi dengan sikap memberi nasehat dan petunjuk. Kaum pilihan, yang akalnya tajam dengan cara berfikir yang mendalam. Kepada kaum pilihan tersebut, harus dihadapi dengan sikap menjelaskan hikmat-hikmat. Biasanya kaum awam membaca apa yang tersurat dan kaum khawas, membaca apa yang tersirat.
Adapun hakikat peserta didik dalam pendidikan islam menurut Hery Noer Aly (1999: 113) ialah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orangtuanya, bukan pula anak-anak dalam usia sekolah.
Samsul Nizar dalam “Filsafat Pendidikan Islam: Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis” menyebutkan beberapa deskripsi mengenai hakikat peserta didik sebagai berikut :
a. Peserta didik bukan miniatur orang dewasa, tetapi ia memiliki dunianya sendiri. Hal ini perlu dipahami, agar perlakuan terhadap mereka dalam proses pendidikan tidak disamakan dengan pendidikan orang dewasa
b. Peserta didik adalah manusia yang memiliki perbedaan dalam tahap-tahap perkembangan dan pertumbuhannya. Pemahaman ini perlu diketahui agar aktivitas pendidikan islam dapat disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang umumnya dialami peserta didik
c. Peserta didik adalah manusia yang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi baik yang menyangkut kebutuhan jasmani atau rohani
d. Peserta didik adalah makhluk Allah yang memiliki berbagai perbedaan individual (individual differentiations) baik yang disebabkan karena faktor bawaan maupun lingkungan tempat ia tinggal
e. Peserta didik merupakan makhluk yang terdiri dari dua unsur utama: jasmani dan ruhaniah. Unsur jasmani berkaitan dengan daya fisik yang dapat dkembangkan melalui proses pembiasaan dan latihan, sementara unsur ruhani berkaitan dengan daya akal dan daya rasa
f. Peserta didik adalah makhluk Allah yang telah dibekali berbagai potensi (fitrah) yang perlu dikembangkan secara terpadu (Toto Suharto. 2006: 124-125).

4. Kedudukan Peserta Didik dalam Pembelajaran
Dalam pembelajaran, peserta didik dapat dipandang sebagai objek didik, subjek didik, dan sebagai subjek dan objek didik sekaligus.
Dalam pandangan konvensional, peserta didik dipandang sebagai objek didik, ialah sebagai wadah yang harus diisi dengan pengetahuan, dan ketrampilan. Peserta didik diperlakukan pasif dan dipandang tidak mempunyai potensi apapun, ia harus menereima semua yang diberikan guru.
Dalam pandangan modern, peserta didik dipandang sebagai subjek yang memiliki potensi tersendiri, ia aktif mengembangkan potensinya, ia merespon, bertanya dan menanggapi keterangan guru pada saat berlangsungnya pembelajaran. Guru berfungsi sebagai fasilitator, menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga peserta didik terjadi proses belajar. 
Ciri khas peserta didik adalah :
a. Sebagai individu yang memiliki potensi fisik dan psikis
b. Sebagai individu yang sedang berkembang baik potensi fisik maupun psikis
c. Dalam pengembangan potensi tersebut peserta didik membutuhkan bantuan orang lain
d. Memiliki kemampuan untuk mandiri.

Kesimpulan
1. Hakekat peserta didik dalam pandangan dimensi Antropologi adalah bahwa peserta didik sebagai makhluk yang dapat bermasyarakat dan dapat dimasyarakatkan sehingga pendidikan harus menyentuh upaya sosialisasi dan pembudayaan. 
2. Islam memandang peserta didik sebagai individu yang diberi potensi berkecenderungan berbuat jelek dan baik.
3. Dalam pembelajaran, kedudukan peserta didik dapat dipandang sebagai objek didik, subjek didik, dan sebagai subjek dan objek didik sekaligus


Semua artikel ini dilindungi oleh Hak Cipta, boleh anda copy paste asalkan disertai dengan sumber dengan meminta ijin terlebih dahulu. Terima Kasih.



DAFTAR PUSTAKA
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta Sofa. 2008. “Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik” (online), (http://massofa.wordpress.com/2008/04/25/hakikat-pertumbuhan-dan-perkembangan-peserta-didik, di akses tanggal 22 September 2011)
http://Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan Islam 
“Definisi/Pengertian Antropologi, Objek, Tujuan, dan Cabang Ilmu Antropologi”, diakses dari http://organisasi.org/definisi-pengertian-antropologi-objek-tujuan-dan-cabang-ilmu-antropologi, tanggal 22 September 2011, pukul 17.17
Al-Qur’an dan Terjemah. 1996. Semarang: PT. Karya Toha Putra
download makalah perkembangan peserta didik, peserta didik menurut pandangan islam, peserta didik menurut pandangan anthropologi, kedudukan peserta didik dalam pembelajaran, hakekat peserta didik dalam pandangan anthropologi, hakekat dalam pandangan islam, makalah peserta didik lengkap, sosiologi, anthropologi, hakikat pertumbuhan peserta didik, jenis jenis peserta didik, pengertian peserta didik, karakteristik peserta didik, pengertian perkembangan peserta didik, perkembangan peserta didik.doc, peserta didik.doc, peserta didik menurut pandangan islam.doc, peserta didik menurut pandangan anthropologi.doc, kedudukan peserta didik dalam pembelajaran.doc, ciri khas kedudukan peserta didik dalam pembelajaran, makalah hakekat peserta didik dalam filsafat pendidikan islam.hakikat peserta didik pendidikan dasar.hakikat orang dewasa dalam perspektif peserta belajar.pembelajaran anak usia dini, download makalah peserta didi anak usia dini

Sabtu, 07 April 2012

FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN.DOC

FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN


FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN

A. Macam - Macam Faktor Pendidikan
Dalam aktivitas pendidikan ada lima faktor pendidikan yang dapat membentuk pola interaksi atau saling mempengaruhi. kelima faktor pendidikan tersebut meliputi :

1. Pendidik
   Adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikanya dalam tiga lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat.Sehingga pendidik dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu :
a. Pendidik menurut kodrat, yaitu orang tua. Orang tua sebagai pendidik menurut kodrat adalah pendidik yang pertama dan utama. Hubungan orang tua dengan anaknya dalam hubungan edukatif yang mengandung dua unsur dasar, yaitu
• Unsur kasih sayang pendidik terhadap anak 
• Unsur kesadaran dan tanggung jawab dari pendidik untuk menuntun perkembangan anak.
Haji Fuad Ihsan, Dasar-dasar kependidikan (Jakarta:Rineka Cipta ,2008),hal 8.
 b. Pendidik menurut jabatan, yaitu Guru. Guru sebagai pendidik menurut jabatan menerima tanggung jawab dari tiga pihak, yaitu orang tua, masyarakat dan negara. Tanggung jawab dari orang tua diterima guru atas dasar kepercayaan. Hal yang penting yang harus diperhatikan oleh seorang pendidik adalah kewibawaan.Menurut M.J.Langeveld ada tiga sendi kewibawaan yang harus dibina yaitu kepercayaan, kasih sayang, dan kemampuan.
• Kepercayaan 
  Pendidik harus percaya bahawa dirinya dapat mendidik dan juga harus percaya bahwa peserta didik dapat dididik.
• Kasih Sayang
  Kasih sayang mengandung dua arti yakni penyerahan diri terhadap yang disayangi dan pengendalian terhadap yang disayang.
• Kemampuan
  Kemampuan mendidik dapat dikembangkan melalui beberapa cara,antara lain pengkajian terhadap ilmu pengetahuan kependidikan dan mengambil manfaat dari pengalaman kerja.
Umar Tirtarahardja, La sulo, Pengantar Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta,2005).hlm.54-55.

2. Peserta Didik
   Adalah orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Dalam pendidikan tradisional, peserta didik dipandang sebagai organisme pasif. Peserta didik dalam usia dan tingkatan kelas yang sama bisa memiliki profil materi pengetahuan yang berbeda-beda. Hal ini tergantung kepada konteks yang mendorong perkembangan seseorang. Ada empat konteks yang dapat disebutkan, yaitu:
a. Lingkungan dimana peserta didik belajar secara kebetulan dan kadang-kadang, disitulah mereka belajar secara tidak berprogram.
b. Lingkungan belajar dimana peserta didik belajar secara sengaja dan dikehendaki.
c. Sekolah dimana peserta didik belajar mengikuti program yang ditetapkan.
d. Lingkungan pendidikan optimal,di sekolah yang ideal dimana peserta dapat melakukan cara belajar siswa aktif (CBSA) sekaligus mengimlikasikan nilai-nilai.

3. Tujuan
  Adalah usaha pencapaian tujuan oleh peserta didik tentang hasil  praktek pendidikan baik dilingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Menurut Langeveld dalam bukunya Beknopte Teoritische Pedagogik dibedakan adanya macam-macam tujuan sebagai berikut:
• Tujuan umum
• Tujuan tak sempurna (tak lengkap)
• Tujuan sementara
• Tujuan perantara
• Tujuan insidental

4. Materi
   Segala sesuatu yang disampaikan pendidik kepada peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam usaha pendidikan yang diselenggarakan di keluarga, di sekolah, dan dimasyarakat, ada syarat utama dalam pemilihan materi pendidikan yaitu:
a. Materi harus sesuai dengan tujuan pendidikan 
b. Materi harus sesuai dengan peserta didik
Haji Fuad Ihsan, Dasar-Dasar kependidikan (Jakarta:Rineka Cipta,2008).hlm.9.

5. Alat
  Adalah segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan tersebut dibedakan atas yang preventif dan kuratif.

B. Hubungan Timbal Balik antar Faktor Pendidikan
  Dalam pendidikan, terdapat faktor-faktor yang saling mendukung diantaranya pendidik, peserta didik, tujuan, materi dan alat. Jika semua faktor-faktor dalam pendidikan saling melengkapi, maka pendidikan akan lebih maksimal dalam pelaksanaanya.



DAFTAR PUSTAKA
 Tirtarahardja,Umar,Sulo,La.2005.Pengantar Pendidikan.Jakartal;Rineka Cipta
 Ihsan,H.Fuad.Dasar-dasar Kependidikan.Jakarta:Rineka Cipta

Semua artikel ini dilindungi oleh Hak Cipta, boleh anda copy paste asalkan disertai dengan sumber dengan meminta ijin terlebih dahulu.

Key word : Makalah faktor faktor pendidikan, pengertian pendidikan, alat pendidikan, dasar dasar kependidikan.