Jumat, 10 Mei 2013

Objek Wisata Curug Pitu Desa Kemiri Sigaluh Banjarnegara Yang Terlantar

Curug Pitu
Objek wisata alam curug pitu adalah kawasan wisata air terjun yang menarik di Desa Kemiri Kecamatan Sigaluh Kabupaten Banjarnegara/Red unique code Technorati 8X54GPBNEKWP
Kebetulan lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal saya, sehingga kadangkala saya masih suka berkunjung kesini. Curug ini mempunyai tujuh buah tingkatan air terjun dari atas sampai bawah sehingga diberi nama Curug Pitu. Untuk melihat ke seluruh tingkatan curug ini, kita harus berjalan kaki naik ke atas/ke arah hulu, yang mana jalan yang harus dilalui berupa jalan setapak yang sempit dan cukup licin. Diantara rangkaian tingkatan curug pitu ini, curuk paling bawahlah (curuh ketujuh) yang terbesar dan tertinggi diantara 6 lain diatasnya. Ketinggian curug ke tujuh ini berada kurang lebih 30 m dengan kolam dibawahnya yang dapat digunakan untuk mandi maupun berenang. Pesona alam curug pitu ini sejatinya merupakan fenomena yang potensial bagi bidang kepariwisataan. Apalagi didukung tempatnya yang relatif masih mudah untuk dijangkau. Tentu saja akan memungkinkan dan memudahkan dinas pariwisata untuk mendatangkan pengunjung. Namun, salah satu curug yang menarik di jawa tengah ini, 5 tahun belakangan ini malah makin terlantar dan tidak ada perkembangan, semakin begitu banyak banyak hal yang membutuhkan rehabilitasi, renovasi dan inovasi.

Selain mengingat tempatnya yang lumayan sejuk dan nyaman, Objek Wisata Curug Pitu merupakan keindahan alam yang cukup langka jika kita lihat dari keindahan alam yang dimiliki oleh bagian-bagian kota, sehingga sangatlah penting jika sarana dan prasarana di Objek Wisata Curug Pitu ini dilengkapi. Kesan pertama yang menyenangkan, sarana dan prasarana ada, bersih dan ramai, salah satunya pasti akan menjadi kerinduan tersendiri bagi para pengunjung perdana khususnya, sehingga akan memberikan banyak keuntungan untuk semua, bukan malah disuguh oleh keadaan yang miris nan memprihatinkan seperti beberapa hal dibawah ini :

1. LAPANGAN PARKIR SEMPIT
Tempat parkir Curug Pitu
Tempat parkir yang seukuran trotoar jalan raya dan panjang sekitar 4 meter agaknya terlalu sempit mengingat tempat pariwisata ini sering dikunjungi oleh rombongan wisatawan dari daerah. Selain itu, tidak adanya petugas parkir yang memungkinkan pengunjung untuk memberikan perhatian lebih pada kendaraannya. Padahal, jika kita lihat tepat disamping lapangan parkir ini masih tersedia area yang cukup luas sebagai tempat parkir, tentu saja perluasan tempat parkir ini akan berdampak baik pula untuk para pedagang yang berdagang disekitar area tersebut. Pengadaan petugas parkir sekiranya menjadi poin yang tidak kalah penting dibanding dengan perluasan area parkir tersebut.

2. LOKET MASUK CURUG PITU
Loket Curug Pitu
Jika anda teliti ketik melihat gambar loket masuk diatas, mungkin sobat akan merasa bahwa wisata ini kurang diperhatikan, ini sangatlah ironis mengingat fenomena yang disajikan oleh tempat ini sangatlah indah. Tempat loket yang lebih mirip gardu pos kampling yang tidak terpakai ini, agaknya harus diberi perhatian yang khusus, terlebih portal yang masih hanya menggunakan bambu sebaik-baiknya menjadi tugas dinas pariwisata kota banjarnegara untuk sesegera mungkin melakukan rehabilitasi. Sehingga, aspek kepedulian kota banjarnegara akan aset wisatanya jelas terlihat.

3. TOILET YANG SUDAH TIDAK TERAWAT
Toilet Curug Pitu
Toilet ataukah tempat paska perang? , dinas pariwisata kota banjarnegara ternyata meiliki pekerjaaan rumah yang tergolong berat bila melihat keadaan ini. Atau mungkin ini mutlak kesalahan pengelola wisata ini, terbukti dengan adanya bangunan ini seetidaknya membuktikan kalau dari dinas mungkin sudah memfasilitasi . Namun, pengelolaannya yang kurang baik sehingga toilet menjadi tidak terpakai, atau mungkin kesalahan mendasar dari para pengunjung sendiri yang sengaja merusak sehingga toilet ini tidak berguna. Mungkin rehabilitasi tempat toilet juga perlu dilaksanakan mengingat toilet merupakan suatu kebutuhan terutama bagi para pengunjung. Apalagi untuk persediaan air tentu saja didaerah ini tidaklah sulit. Daerah Desa Kemiri merupakan daerah perbukitan dengan pepohonan yang masih sangat rindang.

4.  MANA TEMPAT SAMPAH????
Sampah Curug Pitu
Sampah memang merupakan masalah sosial yang hingga saat ini masih belum menemukan solusi yang signifikan. Tidak hanya didaerah atau tempat wisata saja, namun hampir mencakup semua daerah memiliki masalah yang sama yaitu sampah. Namun setidaknya, dengan kesadaran dan semangat untuk menjaga warisan alam setidaknya kita mampu mengurangi bahaya yang diakibatkan membuang sampah sembarangan. Yaitu berawal dengan memulai membuang sampah pada tempatnya. Tapi bagaimana ketika tempat pembuanganya yang tidak ada?, inilah yang harus segera diselesaikan atau dibicarakan secara intensif dari dinas pariwisata dan pengelola wisata curug ini tentu saja dengan dibantu warga sekitar.

5. JALAN MASUK MENUJU CURUG PITU RUSAK
Jalan Curug Pitu
Hampir sekitar 2 kilo meter kearah jalan raya dari tempat parkir wisata curug ini merupakan jalan aspal yang terjal, mungkin sampai ketika observasi ini dilakukan entah sudah berapa tahun jalan ini tidak mengalami rehabilitasi. Tentu saja medan yang terjal membuat wisata ini menjadi sukar untuk dijangkau. Hal ini sangatlah menyedihkan jika kita hitung jarak antara jalan raya dan wisata ini yang hanya berkisar 4 kilo meter saja. Sejauh 2 kilo dari jalan raya merupakan aspal hotmix yang masih baru, namun 2 kilo setelahnya adalah aspal hancur yang lebih mirip dengan tumpukan batuan yang berjajar tidak beraturan. Tidak hanya itu yang harus menjadi perhatian. Keadaan jalan yang menjadi rute perjalanan wisata ini dari tingkat paling atas sampai tingkat ketujuh juga hanya terdiri dari bongkahan bebatuan yang apabila terkena hujan atau pada saat musim hujan akan menjadi sangat licin dan tentu saja ini sangat membahayakan keselamatan para pengunjung apa lagi curug pitu merupakan kawasan perbukitan yang tinggi.

6. WARUNG ATAU KIOS DI SEKITAR CURUG PITU
Warung Curug Pitu
Keberadaan kios jajanan atau kios souvenir atau cinderamata dan lainya merupakan daya tarik sendiri dari obyek-obyek wisata. Tentu saja keberadaannyapun harus diperhatikan karena sebuah obyek wisata tanpa adanya tempat-tempat komersial ini akan menjadi kurang menarik. Tentu saja semakin indah atau bagus tempatnya, maka akan mendatangkan pengunjung yang semakin banyak pula. Terlebih keuntungan yang diperoleh tidak hanya untuk pengunjung, namun juga untuk pengelola tempat pariwisata. Jika kita lihat gambar diatas, terlihat sepintas seperti tempat jajanan yang kurang diperhatikan. Akan lebih baik jika mulai untuk melokalisasikan para pedagang sehingga terkesan rapi dan tentu saja kami yakin hal ini akan beradampak baik bagi kedua belah pihak baik pedagang atupun pengelola.

“Obyek wisata curug pitu ini dapat menjadi obyek wisata yang mampu ,menghibur pengunjung dan menjanjikan bagi yang lainnya., jadi kita sangat mengharapkan Pemkab Banjarnegara dapat melestarikan objek wisata ini,” SEMOGA.

unique code Technorati 8X54GPBNEKWP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar