Senin, 06 Mei 2013

Pendengaran atau Penglihatan dulu? dan Apa Hikmahnya?

Pendengaran dulu atau Penglihatan dulu? - Tatkala Manusia kehilangan kedua matanya, Niscaya hilanglah segalanya, hidup dalam kegelapan sepanjang waktu, tidak dapat melihat apa-apa...Namun jika manusia kehilangan pendengarannya, niscaya dia masih dapat melihat. Pada saat itu, musibah yang ia derita lebih ringan daripada ia kehilangan mata.


Namun Allah ta'alaa saat menyebutkan kata "pendengaran" dalam Al-Qur'an selalu didahulukan daripada penglihatan. Sungguh, ini merupakan satu mu'jizat Al-Qur'an yang mulia. Allah telah mengutamakan dan mendahulukan pendengaran daripada penglihatan. Sebab, pendengaran adalah organ manusia yang pertama kali bekerja Saat di dunia, juga merupakan organ yang pertama kali siap bekerja pada saat akhirat terjadi. niscaya pendengaran tidak pernah tidur sama sekali.

Diantara ayat-ayat Al qur'an tersebut diatas adalah :

1. SURAT AL BAQARAH  2:07 & 20

خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Jika Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

2. SURAT   A L - A N ' A A M 6:46

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ اللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَارَكُمْ وَخَتَمَ عَلَى قُلُوبِكُمْ

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu,

3. S U R A T   Y U N U S 10:31

قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ

Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan,

4. S U R A T   A L - N A H L 16:108.

أُولَئِكَ الَّذِينَ طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai.

5. S U R A T   M A R Y A M 19:38.

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا لَكِنِ الظَّالِمُونَ الْيَوْمَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang lalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.

6. S U R A T   A L - J A T S I Y A H 45:23.

وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً

dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.

Hikmah yang bisa diambil :

Yang pertama : Sesunguhnya pendengaran adalah organ tubuh manusia yang pertama kali bekerja Saat manusia lahir di dunia. niscaya, seorang bayi disaat saat pertama kali lahir, ia dapat mendengar, berbeda dengan kedua mata. Maka, seolah Allah ta'alaa ingin mengatakan kepada kita, "Sesungguhnya pendengaran adalah organ yang pertama kali mempengaruhi organ lain bekerja, niscaya apabila engkau datang disamping bayi tersebut beberapa saat lalu terdengar bunyi Lalu, niscaya ia kaget dan menangis. Akan tetapi jika engkau dekatkan kedua tanganmu ke depan mata bayi yang baru lahir, niscaya bayi itu tidak bergerak sama sekali (tidak merespon), tidak merasa ada bahaya yang mengancam.

Yang kedua : Lalu, apabila manusia tidur, niscaya semua organ tubuhnya istirahat, kecuali pendengarannya. Jika engkau ingin bangun dari tidurmu, dan engkau letakkan tanganmu di dekat matamu, niscaya mata tersebut tidak akan merasakannya. Akan tetapi jika ada suara berisik di dekat telingamu, niscaya kita akan terbangun seketika. 

Yang ketiga : Telinga adalah penghubung antara manusia dengan dunia luar. Allah ta'alaa Saat ingin menjadikan ashhabul kahfi tidur selama 309 tahun, 

فَضَرَبْنَا عَلَىٰ آذَانِهِمْ فِي الْكَهْفِ سِنِينَ عَدَدًا

Allah berfirman: Maka Kami tutup telinga-telinga mereka selama bertahun-tahun (selama 309 tahun, lihat pada ayat 25 berikutnya -pent) (Q.S. Al-Kahfi: 11)

Dari sini, Saat telinga tertutup sehingga tidak dapat mendengar, niscaya Manusia akan tertidur selama beratus-ratus tahun tanpa ada gangguan. Hal ini karena gerakan-gerakan manusia pada siang hari menghalangi manusia dari tidur pulas, dan tenangnya manusia (tanpa ada aktivitas) pada malam hari menyebabkan dapat tidur pulas, dan telinga tetap tidak tidur dan tidak lalai sedikitpun.

Dan di sini ada satu hal yang perlu kami garis bawahi, yaitu sesungguhnya Allah berfirman dalam surat Fushshilat:

وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلا أَبْصَارُكُمْ وَلا جُلُودُكُمْ وَلَكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ 

اللَّهَ لا يَعْلَمُ كَثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ

Dan kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian yang dilakukan oleh pendengaranmu, mata-mata kalian, dan kulit-kulit kalian terhadap kalian sendiri, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kalian kerjakan. (Q.S. Fushshilat: 22)

Kenapa kalimat "pendengaran" dalam ayat tersebut berbentuk tunggal (mufrad) dan kalimat "penglihatan" dan "kulit" dalam bentuk jamak ? Padahal, dapat saja Allah mengatakan: Pendengaran-pendengaran kalian, penglihatan-penglihatan kalian, dan kulit-kulit kalian.

Dan memang konteks ayatnya adalah pendengaran dan penglihatan (bentuk tunggal) atau pendengaran-pendengaran dan penglihatan-penglihatan (bentuk jamak). Akan tetapi Allah ta'alaa dalam ayat di atas -yang demikian rinci dan jelas- ingin mengungkapkan kepada kita tentang keterperincian Al-Qur'an yang mulia. Niscaya mata adalah indera yang dapat diatur sekehendak manusia, saya dapat melihat dan dapat tidak melihat, saya dapat memejamkan mata bila saya tidak ingin melihat sesuatu, memalingkan wajahku ke arah lain, atau pun mengalihkan pandanganku ke yang lain yang ingin saya lihat. 

Akan tetapi telinga tidak memiliki kemampuan itu, ingin mendengar atau tidak ingin mendengar, niscaya Kita tetap mendengarnya. Misalnya, Kita dalam sebuah ruangan yang di sana ada 10 Manusia yang saling berbicara, niscaya Kita akan mendengar semua suara mereka, baik Kita ingin mendengarnya atau tidak; Kita dapat memalingkan pandangan Kita, niscaya Kita akan melihat siapa saja yang ingin Kita lihat dan Kita tidak dapat melihat Manusia yang tidak ingin Kitalihat. Akan tetapi, Kita tidak mampu mendengarkan apa yang ingin Kita dengar perkataannya dan tidak juga mampu untuk tidak mendengar Manusia yang tidak ingin Kita dengar. Paling-paling Kita hanya dapat seolah-olah tidak tahu atau seolah-olah tidak mendengar suara yang tidak ingin Kita dengar, akan tetapi pada hakikatnya semua suara tersebut sampai ke telinga Kita, mau atau pun tidak.

Jadi, mata memiliki kemampuan untuk memilih; Kita dapat melihat yang itu atau memalingkan pandangan mata dari hal itu, saya pun demikian, dan Manusia lain pun demikian, sedangkan pendengaran; kita akan mendengar apa saja yang berbunyi, diinginkan atau pun tidak. Dari hal ini, niscaya setiap mata berbeda-beda pada yang dilihatnya, akan tetapi pendengaran mendengar hal yang sama. Setiap kita memiliki mata, ia melihat apa saja yang ia mau lihat; akan tetapi kita tidak mampu memilih hal yang mau kita dengarkan, kita mendengarkan apa saja yang berbunyi, suka atau tidak suka, sehingga pantas Allah ta'alaa menyebutkan kalimat "pandangan" dalam bentuk jamak, dan kalimat "pendengaran" dalam bentuk tunggal, meskipun kalimat pendengaran didahulukan daripada kalimat penglihatan. niscaya pendengaran tidak pernah tidur atau pun istirahat.

Dan organ tubuh yang tidak pernah tidur (pendengaran) niscaya lebih tinggi (didahulukan) daripada makhluk atau organ yang dapat tidur atau istirahat. niscaya telinga tidak tidur selama-lamanya sejak awal kelahirannya, ia dapat berfungsi sejak detik pertama lahirnya kehidupan yang pada saat organ-organ lainnya baru dapat berfungsi setelah beberapa saat atau beberapa hari, bahkan sebagian setelah beberapa tahun Lalu, atau pun 10 tahun lebih.

Dan telinga tidak pernah tidur, Saat engkau sedang tidur niscaya semua organ tubuhmu tidur atau istirahat, kecuali telinga. Jika terdengar suara disampingmu niscaya spontan engkau akan terbangun. Akan tetapi, jika fungsi telinga terhenti, niscaya hiruk-pikuk aktivitas manusia di siang hari dan semua bunyi yang ada tidak akan membangunkan tidur kita, sebab alat pendengarannya (penerima bunyi) yaitu telinga tidak dapat menerima sinyal ini.

Dan telinga pulalah yang merupakan alat pendengar panggilan penyeru pada hari qiamat kelak saat terompet dibunyikan. Dan mata membutuhkan cahaya untuk dapat melihat, sedangkan telinga tidak memerlukan hal lain. Niscaya, jika dunia dalam keadaan gelap, niscaya mata tidak dapat melihat, walaupun mata Kita tidak rusak. Akan tetapi telinga dapat mendengar apapun, baik siang maupun malam; dalam gelap maupun terang benderang. Niscaya telinga tidak pernah tidur dan tidak pernah berhenti berfungsi.

Dengan semua ini bisa kita ambil kesimpulan bahwasannya Pendengaran lebih didahulukan dari pada Penglihatan. Demikian sekelumit hikmah yang bisa kita petik dari sekian luasnya keagungan Ayat-ayat Al Qur'an dalam masalah ini dan saya yakin masih banyak lagi hikmah-hikmah yang lainya yang terpendam didalamnya,  dan Allah lebih mengetahui ilmu dan hikmahnya ………

Semoga sekelumit penjelan ini dapat menambah keimanan kita kepada Allah dan semakin yakin bahwasanya Al qur'an & agama islam ini benar-benar dari sisi Allah .

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya (QS An nisa' 4:82)

Dan kita memohon kepada Allah semoga termasuk ahlul Qur'an dan semoga Allah memasukkan kita sebagai salah satu yang disebutatkan dalam ayat berikut ini :

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو 

الْأَلْبَابِ 

Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah) ( Qs Al Baqarah 2:269).

Referensi Note facebook dari Sulaiman Abu Syeikha "Hikmah Didahulukan Pendengaran daripada Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an".

Lihat juga :
  1. Sarat Makna Tembang Lir-ilir oleh Sunan Kalijaga
  2. Bersabar atau Bersyukur dulu?
  3. Rejeki Yang Halal Cerminan Sayang Keluarga
  4. Nasihat Orang Tua adalah Cahaya Kehidupan
Hikmah Didahulukan Pendengaran daripada Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an, Pendengaran dan Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an, Hadits tentang Pendengaran dan Penglihatan Di Dalam Al-Qur'an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar